Apa Resiko Malas Membersihkan Telinga?


Guna melindungi telinga dari masuknya kotoran dan debu, bakteri dan partikel asing yang dapat menyebabkan kerusakan, saluran telinga memiliki kelenjar yang menghasilkan kotoran telinga. Kotoran dapat perlahan keluar atau bisa dikeluarkan dengan membersihkan telinga. Tetapi terkadang kotoran bisa mengeras dan menumpuk sehingga mengganggu kesehatan telinga.

tlga

Menurut Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) dari RS Bintaro, mengatakan bahwa setiap orang memiliki produktivitas kotoran telinga yang berbeda. Karena produkivitasnya beragam maka tiap individu harus mengetahui kapan saatnya membersihkan telinga.

Nggak ada panduan harus kapan bersihin telinga karena produksi telinga tiap orang kan beda-beda. Tergantung jadinya, ada orang yang berbulan-bulan juga tetap bersih telinganya. Ada juga yang cuma dua minggu sudah harus dibersihkan. Nah, kan kalau sudah begini orangnya kan bisa ngira-ngira sendiri kapan dia harus bersihin telinganya.

Faktor yang mempengaruhi produksi kotoran telinga dikatakan oleh dr Siti beragam untuk tiap orang karena aktivitas dan kelenjar minyak orang berbeda satu sama lain. Semakin banyak orang beraktivitas maka semakin banyak pula debu yang bisa masuk sehingga kotoran telinga bisa lebih cepat terbentuk.

Kotoran telinga pada dasarnya terbentuk karena minyak alami serumen menangkap debu atau kulit mati yang ada di telinga. Serumen berfungsi sebagai pelicin atau lubrikasi kulit telinga sama seperti halnya dengan fungsi air mata untuk membasahi kedua mata. Makin lama berbagai macam kotoran akan terikat oleh serumen dan terbentuklah kotoran telinga.

Sebenarnya aktivitas luar bisa berpengaruh karena ada debu misalnya. Tapi, faktor utama yang mempengaruhi itu kelenjar kulit telinga yang memproduksi kotoran.

Secara normal kotoran bisa keluar dengan sendirinya atau bisa dibantu dengan menggunakan alat pembersih. Namun terkadang kotoran bisa mengeras di dalam liang telinga dan menyebabkan sumbatan. Jika tidak dibersihkan dr Siti mengatakan hal tersebut akan mengganggu kemampuan pendengaran seseorang.

Paling ya memang bisa mengganggu pendengaran karena kan itu jadi tertutup kotoran ya telinga kita. Suara tidak bisa masuk dengan sempurna.

Meski bisa mengganggu, menumpuknya kotoran telinga tidak akan sampai membuat seseorang tuli. Pada telinga dengan kotoran menumpuk pendengaran dapat terganggu sekitar 30 desibel. Gangguan pendengaran dengan tingkat 30 desibel masih masuk dalam kategori gangguan pendengaran ringan.

Iklan

Perihal simpelbisnis
I am make this blog for business and money

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: