Arus Urbanisasi ke Jakarta Pasca Lebaran 2011


JUMLAH PENDUDUK DKI Jakarta sampai saat ini ditaksir mencapai 9,8 juta jiwa. Jumlah tersebut diperkirakan akan semakin bertambah usai lebaran nanti dengan adanya arus urbanisasi. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta pasca lebaran akan menjadikan Jakarta semakin padat. Apalagi mengingat luas wilayah Jakarta yang hanya 650 km2 di mana hal tersebut berarti setiap kilo meter persegi dihuni oleh 18.000 penduduk. Arus urbanisasi tersebut tentu saja menambah permasalahan, terutama permasalahan sosial di Jakarta, seperti yang disampaikan oleh Purba Hutapea, “Meningkatnya jumlah penduduk Jakarta akan mengakibatkan pengangguran bertambah, keamanan dan ketertiban terganggu, serta kriminalitas meningkat.”

Hal itu disampaikan Purba dalam Talk Show DPD RI “Perspektif Indonesia” dengan tema “Menyikapi Urbanisasi Usai Lebaran” bertempat di Pressroom DPD RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (26/08/2011). Lebih lanjut, Purba yang merupakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemprov DKI Jakarta ini menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan operasi atau razia sebagai langkah dalam menangani arus urbanisasi ini. Selain itu secara rutin mereka juga telah mengadakan suatu sosialisasi dengan melakukan bina urbanisasi yang membahas tentang peraturan dan syarat-syarat untuk menjadi seorang urban sesuai UU No. 23 tahun 2006.

“Kapasitas penduduk yang berlebihan juga berdampak pada hidup yang tidak efisien,” tutur Azas Tigor Nainggolan, Ketua Forum Warga Kota Jakarta. Menurut Azas, hal itu adalah akibat pemerintah tidak melakukan pemerataan pembangunan karena kebijakan pemerintah yang bertumpu di Jakarta. “Banyak orang yang tertarik datang ke Jakarta dengan tujuan untuk memperbaiki kehidupan mereka karena hampir semua kemewahan tersaji disini”, tambahnya. Untuk mengatasinya, Azas mengusulkan beberapa solusi seperti memindahkan kantor kementerian di daerah lain, mengendalikan laju pembangunan Jakarta, mengembangkan dan memfasilitasi kota-kota di sekitar Jakarta, kebijakan akomodatif serta ketegasan peraturan tata ruang kota Jakarta.

A.M. Fatwa menambahkan solusi dengan menyempurnakan UU Ibu Kota Jakarta dengan ide utama menjadikannya sebagai megapolitan karena menjadikan Jakarta setengah tertutup adalah hal yang mustahil. “Selain itu, SDM Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil perlu ditingkatkan,” kata Anggota DPD RI asal Provinsi Jakarta ini. (af/dm)

Perihal simpelbisnis
I am make this blog for business and money

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: