Hadi Poernomo, Pajak dan Hibah Mencurigakan


Beberapa waktu ini kita sering membaca mengenai berita-berita kasus pajak yang menimpa negeri kita, kita sebagai masyarakat yang melek berita sudah mesti tahu, bahwa kualitas moral pegawai pajak di Indonesia sangat jauh dari harapan, mereka boleh dibilang 65 %  dari jumlah pegawai pajak di Indonesia (sekitar 30.000), kalau kita hitung dari jumlah itu 65 % melakukan praktik korupsi (65% x 30.000 : 19.500 orang) maka didapat angka apabila satu orang melakukan negosiasi dengan Wajip Pajak dengan meringankan pajak rata-rata sebesar 1.000.000.000, maka pemasukan negara potensial dari pajak yang terhamburkan sekitar 19.500.000.000.000, itu baru angka minimal, apabila dipakai angka maksimal maka didapat angka yang jauh lebih besar.

Apabila kita menilik pengakuan seorang Hadi Poernomo yang mengatakan bahwa dia mempunyai kekayaan sebesar 38 milyar , sedangkan angka 36 milyar merupakan dana hibah dari orang tua adalah hal yang perlu diklarifikasi, karena apabila menilik dari gaji seorang pegawai negeri di Depkeu khususya di Ditjen Pajak, diamana beliau pada waktu menjabat di Ditjen Pajak belum menerima program remunerasi sebesar Rp.45.000.000 untuk tunjangan seorang Dirjen Pajak, maka hal tersebut lebih tak masuk akal lagi karena pada waktu sebelum remunerasi gaji pegawai pajak relatif kecil. Menurut pengakuan dari seorang pegawai pajak yang telah terbiasa melakukan praktik kotor tersebut, dengan adanya reformasi birokrasi cukup membuat penghasilan mereka turun drastis, karena dengan adanya reformasi birokrasi seorang pegawai pajak di posisikan sebagai AR (Account Representative) yang menangani 4 Wajib Pajak , sehingga meraka langsung bertanggung jawab terhadap penyimpangan yang terjadi, sehingga hukumannya berupa hukuman pidana pajak.

Pembuktian Terbalik, azaz itulah layaknya yang patut diterapkan kepada para punggawa pajak, karena di tangan merekalah pundi-pundi negara ini bergantung, dan kita sebagai masyarakat harus waspada dengan para kiprah pengusaha busuk pengemplang pajak, karena mereka sekarang baru menggiring opini masyarakat seolah – olah reformasi birokrasi gagal dan perlu di bubarkan, kalau hal itu terjadi akan terjadi pembalikan sejarah dimana para punggawa pajak akan menjadi bebas mengeruk uang negara dengan praktik kotor dan pengusaha busuk mudah mengemplang pajak dengan menyuap aparat pajak, sekarang tinggal bagaimana masyarakat menilai…..

 by. www.simpelbisnis.wordpress.com

Perihal simpelbisnis
I am make this blog for business and money

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: