Kronologi Penangkapan Pegawai BPK


 Pegawai BPK Jawa Barat dan pejabat pemerintah kota Bekasi tertangkap tangan oleh KPK saat transaksi suap di Bandung. Seperti apa kronologi penangkapan itu?

Jubir KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta menuturkan kronologinya, Selasa (22/6). Menurutnya, penangapan itu bermula dari informasi masyarakat kepada KPK pada Senin (21/6) kemarin.

KPK langsung melakukan penyelidikan terhadap informasi dan data bahwa akan ada penyerahan sejumlah uang kepada pejabat BPK Jabar. Informasi ini kemudian ditindaklanjuti dengan mengirim tim ke bandung.

Dari hasil pengamatan yang dilakukan tim KPK yang terdiri dari tim gabungan penyidik dan penyelidik dari direktorat dumas, hasil penyelidikan dan penyidikan ternyata informasi itu benar adanya. Sekitar pukul 19.15 WIB, di Bandung di sebuah jalan meluncurlah sebuah mobil kijang ke sebuah rumah di kawasan Lapangan Tembak, di keluarahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying.

Di rumah yang ternyata belakangan diketahui milik tersangka S yang merupakan Kasub Auditoriat BPK Jabar, tersangka R itu sudah menunggu S. Lalu beberapa orang keluar dari Kijang yang sudah diparkir agak jauh dari rumah itu, langsung memasuki rumah tersebut . Dan dengan mengucap salam, lalu tamu 3 laki laki itu pun langsung masuk rumah dan duduk di kursi tamu.

Dalam rumah itu seorang laki laki salah satu dari tiga itu menyerahkan tas hitam. Setelah selesai penyerahan, orang itu lalu pamit pulang. Berbarengan dengan keluarnya orang atau tamu tadi, tepat pukul 19.45 WIB, tim KPK menerobos masuk rumah tersebut.

Di tempat kejadian perkara ditemukan barang bukti uang dua ratus juta dalam tas yang diserahkan tadi. Lalu setelah ditelusuri lagi dalam tas yang lain (tas kerja milik S) juga ditemukan uang sekitar Rp72 juta. Selanjutnya, baik S maupun tamu tadi akhirnya ditangkap dan dibawa ke kantor KPK di Jakarta.

Dari hasil sementara pemeriksaan, orang yang ditangkap antara lain adalah Kepala Sub Auditoriat BPK Jabar berinisial S, dan Kepala Bidang Dinas Pendapatan, Pengelolaan, Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkot Bekasi berinisial HS, dan Kepala Badan Pengawasan Daerah Pemkot Bekasi berinisial HL.

“Sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan di KPK,” kata Johan.

Selain itu, pengakuan sementara juga menemukan bahwa pemberian itu diduga terkait dengan audit yang dilakukan BPK Jabar yang intinya menginginkan agar hasil audit tersebut dinyatakan wajar tanpa pengecualian

by.INILAH.COM

Iklan

Perihal simpelbisnis
I am make this blog for business and money

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: