Golkar dan Listrik Gratis


Anggota Komisi Energi dari Fraksi Partai Golongan Karya, Satya W. Yudha menyetujui usulan Direktur Utama PT PLN (Persero) tentang pemberian listrik gratis bagi pelanggan 450-900 VA. “Kami setuju saja, meskipun usulan Pak Dahlan itu kontroversial dan populis,” katanya ketika dihubungi lewat telepon, Ahad (13/6).

Menurut Satya, penggratisan listrik untuk pelanggan 450-900 VA bisa saja dilakukan tahun ini. Namun, hal tersebut akan menyebabkan tersedotnya tambahan subsidi sebesar Rp 1,3 triliun. Padahal, Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui tambahan subsidi listrik Rp 2,4 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan bulan lalu.

Jika jadi digratiskan, berarti tambahan subsidi hanya tersisa Rp 1,1 triliun. Dan itu harus digunakan sepanjang sisa tahun ini. Ia mengatakan, usulan penggratisan listrik mungkin bisa dibahas mendalam tahun depan. Jadi, alokasi anggarannya bisa dibahas lebih matang. “Kami mendukung, karena agar rakyat kecil tidak terbebani,” kata dia.

Akhir pekan lalu Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menantang Dewan Perwakilan Rakyat untuk memberikan listrik gratis kepada golonan masyarakat kecil yang menggunakan daya 450 VA. “Kalau DPR menentang kenaikan tarif dasar listrik karena alasan kasihan pada rakyat miskin, kami berani memberi listrik gratis pada mereka,” ujar Dahlan.

Dalam diskusi Kenaikan Tarif Dasar Listrik dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Indonesia dengan sejumlah media di Jakarta itu, Dahlan menegaskan hal tersebut. “Kalau mereka mau berpihak kepada masyarakat kecil, ayo kita lihat siapa yang lebih berpihak kepada mereka,” ujarnya.

Menurut Dahlan, skema ini dapat dilakukan jika pelanggan golongan lainnya membayar sesuai dengan Biaya Pokok Produksi listrik. “Yang digratiskan golongan R1 dengan daya 450 VA, dan golongan lainnya membayar sesuai BPP sebesar Rp 1.200 per kilowatt hour,” tutur Dahlan.

Dengan skema tersebut, PLN diperkirakan tetap mampu meraup keuntungan. Jika skema itu disetujui, PLN bakal merugi Rp 1,5 triliun tapi tetap untung Rp 13,5 triliun per tahun. Selama ini PLN merugi lantaran menjual listrik dengan harga setengah dari BPP. “Masyarakat hanya membayar Rp 650 per kwh,” ujarnya.

by. Tempo Interaktif

Iklan

Perihal simpelbisnis
I am make this blog for business and money

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: